Kompakan Sakit

Minggu ini judulnya kompakan sakit. Aku, Moses, Maira dan Reiga sakit berbarengan. Anak-anak sakit barengan gini tuh sebenarnya biasa aku alami. Tapi kalau barengan mamanya juga sakit, duh, repot banget. Apalagi di saat yang sama, mas Adi dan kakak-kakak yang SMA lagi sibuk-sibuknya dengan pekerjaan dan kegiatan masing-masing.


Sakit diawali oleh Maira. Sepulang renang, dia batuk-batuk terus gak berhenti. Dari suaranya, aku menduga batuknya kering dan tenggorokannya pasti gatal banget. Semalaman dia gak tidur. Bangun-bangun terus karena batuk. Padahal renangnya cuma sebentar aja. Maira pun sebenarnya sudah terbiasa renang di sore hari. Dan hari itu, dia gak latihan karena pelatihnya gak datang. Jadi hanya main-main dan renang sendiri aja. Eh, koq malah sakit. Kalau latihan beneran 2 jam full gak berhenti, malah gak pernah sakit. Yah, mungkin kondisi badannya saat itu sedang kurang baik ya πŸ˜‘

Selama dua hari berikutnya, Maira masih batuk-batuk terus dan kalau malam kurang tidur. Tapi dia keukeuh tetep minta sekolah. Karena gak ada keluhan lain selain batuk dan anaknya juga tetap ceria, aku izinkan dia sekolah. Tapi memang ya, yang namanya ujian, belum jadi ujian kalau gak pol kesulitannya πŸ˜… 

Di hari ketiga, papinya tugas keluar kota. Jadilah malamnya aku begadang sendirian saat Maira bangun-bangun karena batuk. Di hari keempat, sepulang sekolah, Maira ngedrop. Pulang sekolah langsung minta tidur dan badannya panas. Padahal paginya masih biasa aja. Disuruh libur tetap gak mau karena pengen ikut latihan untuk Manasik Haji. Sedari pulang sekolah sampai keesokan harinya, badannya panas gak turun-turun. Tapi gak rewel karena saking lemasnya akibat batuk. Semalaman itu aku benaran gak tidur, peluk Maira erat-erat sambil deg-degan. Iyah, udah seringkali mengalami situasi kayak gitu, tetap aja deg-degan πŸ˜“ Apalagi Maira sempat menggigil dan panasnya sampai 39,8. Dan keajaiban banget karena semalaman itu Reiga tidur nyenyak banget. Gak bangun sama sekali minta nenen atau peluk seperti biasanya. Jadi aku beneran bisa fokus sama Maira.

Besoknya, pagi-pagi sekali aku langsung bawa Maira ke dokter. Waktu menyadari kalau dia gak bisa ikutan Manasik Haji, dia ikhlas-ikhlas aja. Padahal sebelumnya sempat tantrum tetap maksa mau ikut. Akhirnya ikhlas mungkin karena merasa sakit dan badannya lemes *kasian yah πŸ˜”*

Saat Maira lagi pemulihan, tiba-tiba aku, Reiga dan Moses barengan ngedrop. Tiba-tiba aja, beneran tiba-tiba loh, suaraku hilang, tenggorokan sakit dan kepala beraaaat banget. Di saat lagi merasakan sakit yang tiba-tiba gitu, Moses pulang sekolah, nangis, bilang badannya gak enak banget dan pusing. Aku raba dahi dan lehernya banjir keringat dingin. Badannya anyep banget. Belum cukup, tiba-tiba Reiga muntah DI KASUR dan banyak banget. Trus badannya panas. Langsung down gitu aku dan nelpon mas Adi minta dia pulang cepet. 

Jadi ya, selama dua hari kami sakit barengan. Yang paling parah, Reiga. Aku dan Moses, walaupun lemes banget dan susah bangkit dari kasur tapi gak pakai panas badannya. Reiga itu panas tinggi banget. Suhunya di atas 39 terus sampai puncaknya di hari kedua panasnya sampai 40 derajat, langsung kami bawa ke dokter. 

Hari ini, alhamdulillah, everything gets better. Reiga baru turun panasnya jam 3 dini hari tadi. Meskipun masih naik turun suhunya, tapi sudah gak setinggi sebelumnya dan pagi tadi dia sudah mau makan, minta sarapan pakai soto daging πŸ˜„. Suaraku sudah membaik walaupun masih serak-serak becek. Moses sudah segar  lagi dan Maira juga sudah sekolah lagi. Semua berkat ketelatenan papi Adi merawat kami semua di tengah ke-hectic-annya menyiapkan presentasi penting hari ini. Ya, blog post ini aku tulis khusus untuk lelaki luar biasa yang udah sabar banget selama 3 hari ini πŸ’™

Pernah mengalami sakit barengan anak seperti aku gini? Atau malah lagi sakit? Sabar ya, dan semangat buat cepet sehat lagi. Kalau ibu dan anak sama-sama sakit itu, menurutku kuncinya cuma satu. Si ibu harus kuat dan berusaha untuk cepat sembuh supaya bisa merawat anaknya. Sama aja kayak kalo dalam kondisi darurat di pesawat, ibu/orangtua dulu yang harus make sure pakai oksigen dan rompi pelampung sebelum anaknya, supaya dia bisa menyelamatkan anaknya.

Stay healthy, ya, semua ... Doakan kami juga lekas sehat πŸ˜‡


2 comments

  1. Semoga cepat sembuh ya mbak sary dan anak2nya :*

    ReplyDelete
  2. Hi, I Π³eaⅾ your blog regularly. Your writing stylο½… is awesome, keep it up!

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)