Katakan Iya Boleh Pada Si Kecil Sesering Mungkin Mulai Dari Sekarang



Punya anak usia 1 sampai 3 tahun? Bagaimana rasanya, Moms? Seru ya!

Usia 1 - 3 tahun adalah periode si Kecil mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Mereka aktif sekali mengeksplor berbagai hal baru di sekitarnya. Anak usia 1-3 tahun umumnya sudah memiliki kesadaran bahwa dia bisa punya pilihan sendiri. Seringnya,  pilihan mereka berbeda dengan harapan ibunya 😅

Si bungsu Reiga, usianya saat ini 2 tahun 2 bulan. Sekarang ini lagi masa-masanya dia banyak aksi. Semua hal yang baru dia lihat, pegang, rasa, pasti menarik perhatiannya. Sudah tidak bisa dilarang-larang, karena dia sudah mengerti kalau dia bisa dan punya hak menentukan pilihannya sendiri.

Setelah menjalani peran jadi ibu selama 18 tahun ini, aku belajar memahami, cara terbaik untuk mengeluarkan dan mengembangkan potensi terbaik anak adalah dengan selalu mendukung mereka bereksplorasi dan berekspresi. Anak yang terlalu banyak dilarang bisa jadi tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri karena merasa takut salah, takut dimarahi dan lain sebagainya. Sementara anak yang lebih sering didukung, karakter positifnya lebih menonjol. Anak jadi percaya diri, cerdas, berani, kreatif dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.


Tidak sulit koq, Moms, memberikan dukungan pada anak itu, apalagi anak usia 1-3 tahun yang sebenarnya masih sangat sederhana sekali keinginan dan rasa ingin tahunya. Cukup katakan, "iya, boleh" sesering mungkin. Mereka minta apa saja, ingin melakukan apa saja, katakan "iya, boleh".

Apakah dengan sering mengatakan 'iya boleh' orangtua jadi kehilangan kontrol atas anaknya? Tentu saja tidak dong, Moms. Kontrol orangtua pada anak harus tetap ada, dengan cara mendampingi mereka saat melakukan aktivitasnya. Katakan 'iya boleh' pada anak, namun dampingi mereka dan jelaskan dengan bahasa positif ketika ada hal yang tidak baik atau membahayakan mereka.

Misalnya nih, anak-anak usia 1-3 tahun biasanya senang sekali menggambar dan mewarnai. Tidak jarang, tembok rumah pun jadi sasaran. Tentukan batasan, Moms. Ketika anak bilang mau mewarnai dinding rumah, katakan ''iya boleh, yuk mewarnainya di dinding yang sebelah sini." Jelaskan dan katakan terus secara berulang-ulang bagian dinding sebelah mana yang boleh dicorat-coret. Kalau suatu hari anak melanggar batas dan mewarnai dinding yang lain, ya katakan saja tidak apa-apa dan ajak dia untuk membersihkannya.




Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Kamis, 7 Februari 2019, aku mengajak Reiga ke peluncuran gerakan '1 Juta Iya Boleh' yang merupakan dukungan DANCOW Advanced Excelnutri+ terhadap upaya pemerintah membangun Generasi Emas 2045, yaitu Anak Indonesia yang sehat, cerdas dan percaya diri. Gerakan '1 Juta Iya Boleh' ini mengajak orangtua Indonesia untuk makin sering mengatakan 'iya boleh' sebagai bentuk dukungan terhadap eksplorasi dan sosialisasi si Kecil.

Ratih Ibrahim, Psikolog Klinis yang menjadi salah satu narasumber di acara ini mengatakan seperti ini, banyak orangtua yang berdoa, minta supaya diberi anak yang sehat, aktif dan lincah. Tapi setelah si anak lahir dan tumbuh jadi anak yang sehat, aktif dan lincah, anaknya malah sering dilarang-larang karena terlalu aktif dan bikin ibunya lelah. Ada yang seperti itu? 😅

Cara terbaik yang dapat dilakukan orangtua adalah ikut terlibat dalam proses eksplorasi dengan lebih banyak mengatakan 'Iya Boleh' kepada si Kecil. Jika para orangtua mendorong si Kecil untuk bereksplorasi secara tepat, sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya, tentu ini akan membantu si Kecil untuk mengembangkan lima potensi karakter penting, yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli dan Pemimpin. ~ Ratih Ibrahim, Psikolog Klinis

Lima karakter penting yang disebutkan mbak Ratih di atas, perlu dikembangkan oleh orangtua kepada si Kecil sedini mungkin. Harapannya, si Kecil tumbuh menjadi generasi Anak Unggul Indonesia yang sehat, cerdas dan berkarakter.

Pengembangan 5 karakter penting ini bisa dilakukan melalui kegiatan bermain yang sederhana bersama si Kecil.

⇨ Berani
Eksplorasi merupakan salah satu cara untuk berinteraksi dengan lingkungan sehingga keberanian dan rasa percaya dirinya berkembang dengan baik. Mengajak si kecil bermain di alam terbuka merupakan salah satu contoh kegiatan yang dapat menumbuhkan karakter berani di dalam dirinya.

⇨ Cerdas
Aktivitas yang dapat merangsang kecerdasan si Kecil misalnya mengajaknya bermain balok susun.


⇨ Kreatif
Berbagai stimulus dan situasi melalui kegiatan eksplorasi akan merangsang imajinasi dan kreatifitas si Kecil. Ajak si Kecil bermain cap tangan, menggambar dan mewarnai sebagai upaya mengembangkan karakter kreatifnya.

⇨ Peduli
Memiliki binatang peliharaan adalah salah satu cara mengembangkan empati dan kepedulian kepada si Kecil. Anak belajar berinteraksi, berbagi, mengenal dan memahami perasaan dan meningkatkan toleransinya.

⇨ Pemimpin
Ingin mengembangkan jiwa kepemimpinan pada si Kecil? Gak susah koq, Moms. Ajak dia membereskan mainannya setiap kali selesai bermain. Sikap disiplin dan kemandirian akan mengasah kemampuannya untuk mengambil kontrol terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitarnya.


Stimulasi yang tepat serta cinta orangtua dengan mengatakan 'iya boleh' sesering mungkin tentunya juga perlu didukung dengan perlindungan yang tepat untuk mendukung optimalnya tumbuh kembang si Kecil.

Perlindungan yang tepat yaitu dengan memastikan si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang sehat dan seimbang. Sayangnya, balita Indonesia masih belum terlepas dari masalah gizi kurang. Sekitar 28.1% balita Indonesia terindikasi mengalami anemia defisiensi besi (ADB) dan 30.8% mengalami stunting. Reiga aja pernah mengalami ADB saat usianya 9 bulan. Alhamdulillah bisa segera teratasi. Namun masih banyak balita yang kurang beruntung karena minimnya informasi dan edukasi di masyarakat Indonesia.

Nutrisi yang tepat untuk perlindungan si Kecil juga dibutuhkan karena tantangan yang dihadapi si Kecil saat bereksplorasi sangat banyak.



Tiga pilar utama untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil yaitu gizi seimbang, stimulasi tepat dan cinta orangtua. DANCOW Advanced Excelnutri+ berkomitmen sebagai mitra terpercaya orangtua untuk memberikan dukungan terhadap ketersediaan 3 pilar utama ini. Gizi seimbang melalui susu pertumbuhan yang dilengkapi dengan Lactobacillus rhamnosus dan serat pangan inulin yang dibutuhkan si Kecil di masa eksplorasinya. Panduan untuk stimulasi tepat disediakan melalui DANCOW Parenting Center. Sementara untuk mendukung cinta orangtua, DANCOW Advanced Excelnutri+ pada tahun ini menginisiasi gerakan 'i Juta Iya Boleh' untuk mengajak lebih banyak orangtua di seluruh Indonesia untuk percaya diri berkata 'Iya Boleh' demi mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil dan menjadikan mereka generasi unggul harapan bangsa.

Sooo, hari ini sudah bilang 'iya boleh' berapa kali pada si Kecil, Moms? 😄 Atau masih banyak bilang gak boleh? Yuk, semangat, Moms, dukung eksplorasi dan sosialisasi si Kecil dengan bilang 'Iya Boleh' sesering mungkin.

Dukung juga gerakan inspiratif dari DANCOW Advanced Excelnutri+ dengan berpartisipasi dalam Gerakan 1 Juta Iya Boleh dengan cara mengklik tombol "Ikut Bilang #IyaBoleh di www.iyaboleh.com ya, Moms 😊




30 comments

  1. Replies
    1. Sama-sama. terima kasih sudah membaca artikelnya :)

      Delete
  2. Nah ini, kadang ortu karena khawatir berlebihan pada anak, sering melarang anak. Anak akhirnya cenderung malas dan pasif. Tidak melarang anak *tentunya dg pendampingan yg benar, anak2 bisa jadi anak yg tumbuh ceria, lebih berani dan mandiri ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, tidak melarang bukan berarti bebas sebebas-bebasnya. tetap didampingi terutama supaya anak tetap aman dan terlindungi selama melakukan aktivitasnya.

      Delete
  3. Setuju banget mbak dengan gerakan mengatakan 'iya boleh' pada anak-anak. Setuju juga dengan poin2 yg 5 itu dan Yang pasti banget ketika anak-anak apa-apa dilarang tanpa kita sadari membunuh jiwa kepemimpinan anak.

    ReplyDelete
  4. Aduh, aku malu deh dengan kampanye 'iya boleh' ini. Soalnya aku termasuk banyak melarangnya seh karena males ngurusinnya, hahahaha. Seperti aku tuh gak suka dia maih playdoh karena kotor rumahnya, terus slime dan sejenis itu. Untung anaknya tetep berkeinginan kuat, jadi biasanya hajar aja kalau emaknya bilang gak bolah, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha punya anak balita memang mesti sabar-sabar dan menurunkan sedikit standar "rumah harus bersih dan rapi" nya sedikit. Ajak anaknya bersih-bersih bareng-bareng aja tiap selesai main. Kalau dibiasakan begitu nanti tumbuh kesadarannya sendiri, abis main, ya beresin :))

      Delete
  5. reiga mirip maira ya mak. cuma bedanya gundul aja hihihi

    ReplyDelete
  6. Aku bilang Iya Boleh sama keponakan dan ada tapinya. Iya Boleh tapi kuta harus dampingi dll. Masih belajar banget soal anak-anak. Praktek betulannya sama anak sendiri nanti

    ReplyDelete
  7. Untungnya aku selalu gampang banget bilang iya boleh ke anak - anak. Soalnya anak - anak memang lagi masa perkembangan dan banyak ingin tahunya. Takutnya kalau dilarang - larang malah kurang tersalurkan keinginannya dan berpengaruh buat perkembangannya..tapi tetep ada batasan2 juga sih, nggak sepenuhnya membebaskkan

    ReplyDelete
  8. semenjak ikutan campaign #IyaBoleh dari Dancow tahun 2017 aku jadi selalu bilang Iya Boleh sama darell untuk stimulasi kecerdasannya

    ReplyDelete
  9. Anakku tu, tembok seluruh rumah Mbah Utinya udah penuh coretan di mana-mana. Udah dibilangin juga gak mempan.

    Reiga lahir bulan apa Mbak? November bukan yah?

    ReplyDelete
  10. sejak ada iklannya, saya juga makin rajin bilang, "iya boleeeeeh". si kecil jadi makin berani mengeksplorasi seisi rumah. pening awalnya, rumah jadi acak2an. tapi liat dia tertawa bahagia, ya sudahlah :)

    ReplyDelete
  11. Mbak, gimana ciri-ciri Reiga waktu kena ADB? apa sempat milestone-nya ga tercapai?
    anakku sih "IYA BOLEH" main apa aja tapi beresin sendiri ya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketahuannya waktu itu setelah dia sakit. Ceritanya ada di blog ini. Alhamdulillah cepat ketahuan. Secara umum milestonenya gak ada yang keganggu, cuma BB nya sempat gak nambah-nambah, jadi kurus dan pucat banget. Setelah treatment 6 bulan, normal lagi.

      Delete
  12. Dulu bangets sering bilang enggak boleh..tambah umur si anak makin sadar emaknya jadi banyakan ke iyaboleh..hihihi
    Tapi keren bener gerakan sejuta iyaboleh dari Dancow ini. Semoga aja makin banyak ortu yang sadar bahwa mengatakan iya boleh pada anak dalam kondisi yang memungkinkan itu akan banyak memberi kebaikan.

    ReplyDelete
  13. Aku pun dulu selalau bila IYA BOLEH pada anak-anak. Nggak pengen mereka jadi tertekan atau patah semangat kalo aku gak mengijinkan. Paling juga kalo main pasir jadi kotor masih bisa dibersihkan. Yang penting motorik anak bisa berkembang ya

    ReplyDelete
  14. Nutrisi, stimulasi dan kasih sayang. Noted banget ini mba. Jadi, agar stimulasinya terus berkembang kita harus dukung segala eksplorasinya ya mba. :)

    ReplyDelete
  15. UDah masuk masa penasaran ya jadi serba mau dipegang buat memenuhi keinginan taunya. Iya boleh, dua kata ajaib yg bikin anak makin kreatif ya karena gak serba dilarang.

    ReplyDelete
  16. Kadang suka gak inget harus berkata "Iya boleh..."
    Apalagi kalau Mama sedang capek.
    Bawaannya pingin nglarang ajaaa.

    ReplyDelete
  17. Kalau aku dulu agak protektif sama anakku, tapi sekarang sudah gak lagi. Aku cenderumg membiarkan dia mau main dan melakukan apapun asal gak membahayakan.

    ReplyDelete
  18. Yang kuingat dari Dancow itu rasanya gurih. Suka nyuri2 nyemilin dalam bentuk bubuk. Jangan2 gara2 itu dulu ya, sampai sekarang aku nggak bisa kurus. Habis enak sih :((

    ReplyDelete
  19. Nah, kebiasaan untuk bilang 'iya boleh' ini harus makin sering dilakukan. Kadang ya karena terlalu khawatir, dikit2 mama akan bilang 'jangan'. Lama kelamaan kalau kebanyakan jangan kan anak malah jadi kurang berani dan tidak mengeksplorasi lingkungan sekitar yaaa..

    ReplyDelete
  20. Sepertinha memang harus IYABOLEH sama anak selama itu nggak berbahaya dan membantu melatih kemampuan motorik dan skill lainnya ya...

    ReplyDelete
  21. Mulai membiasakan iya boleh buat anak2 yang ditemui di lingkungan sekitar juga ah..

    ReplyDelete
  22. terkadang ketika aku sebutkan IYA BOLEH lalu terigu acak-acakan dicampur air sama si sulung, atau botol-botol obat dan vitamin menjadi tumpukan tinggi itu sebagian kecil hahaha jadinya aku masih penganut tydack boleh duh padahal mah jangan ya mba baca ini kasih sentilan lagi buat aku jangan suka larang ekpslor anak :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)

Popular Posts