9 Bulan 10 Hari Menanti Buah Hati, Buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil

Setiap kali memandang Reiga, si bungsu yang sekarang berusia 2 tahun, rasanya selalu ada getaran kecil di hatiku. Cepat sekali waktu berlalu. Rasanya baru kemarin aku hamil, sakit, bedrest berminggu-minggu, sakit lagi, bedrest lagi kemudian melahirkan bayi lucu yang namanya sudah kami siapkan sejak 3 tahun sebelum kehamilannya.

Rasanya baru kemarin kami bolak-balik ke rumah sakit setiap 2 minggu sekali, bertemu dokter ahli jantung anak sebulan sekali dan merasakan cemas selama berhari-hari. Sungguh perjalanan yang sangat panjang.

Alhamdulillah sekarang Reiga sudah jarang sakit. Reiga bahkan termasuk anak yang sangat aktif dan lincah. Kemampuan verbalnya sangat bagus. Dia juga senang menyanyi. Hampir semua lagu yang didengarnya, bisa dengan mudah dia ikuti nadanya. Mungkin karena di rumah banyak yang ngajak ngobrol ya, jadinya daya tangkapnya bagus. Dia juga suka melucu. Ada saja tingkahnya yang membuat kami tertawa. Bukan karena dia masih kecil dan menggemaskan tapi karena dia dengan sengaja menggoda dan melucu di depan kami. Aku rasa Reiga mewarisi banyak sifat dari papinya 😂

Tentu saja yang paling membuat aku lega, proses weaning Reiga smooth banget. Nyaris gak ada drama sama sekali. Bahkan sejak gak ASI lagi, napsu makannya meningkat drastis. Tubuhnya yang dulu kelihatan ringkih, sekarang mulai berisi. Dia mau makan hampir semua makanan yang aku kasih.




Waktu melahirkan Reiga, aku sekaligus menjalani prosedur tubektomi. Aku dan suami sudah sepakat Reiga adalah yang terakhir. Apalagi kondisi kesehatanku di 3 kehamilan anak terakhir cukup memprihatinkan. Bolak-balik sakit, kelelahan, kontraksi dini dan lain sebagainya. Jadi, gak perlu lagi bertanya "Mau tambah anak lagi gak?" Selain gak sopan *menurutku*, ya udah tutup pabrik juga 😄

Kalau ada perempuan yang selama hamilnya sehat, tidak terganggu aktivitasnya dan tidak mengalami morning sickness. Aku adalah kebalikannya. Tiga kali kehamilan yang terakhir adalah yang paling melelahkan, tidak berarti kehamilan sebelumnya lancar-lancar saja. Mual muntah? Sudah pasti banget! Apalagi waktu hamil anak pertama. Duh! Serasa mau menyerah saja. Muntah itu sepanjang kehamilan dan 2 minggu menjelang melahirkan baru berhenti dan bisa makan. Belum lagi tekanan dari kiri, kanan, depan, belakang, yang menganggap kondisiku waktu itu mengada-ada. Belasan tahun setelahnya, aku bersyukur loh, pernah mengalami hal-hal gak enak seperti itu. Karena hal yang gak enak itu malah menempaku jadi kuat dan gak cengeng.

Waktu hamil anak pertama dan hamil Reiga si bungsu tentunya banyak perbedaannya. Dulu belum ada internet seperti sekarang. Mencari informasi tentang hamil, melahirkan, merawat bayi dan parenting, sebatas dari majalah ibu dan anak dan buku tentang kehamilan. Dan tentu saja, dokter kandungan.

Nah, waktu hamil Reiga, segalanya udah mudah banget. Cari informasi apa saja, tinggal browsing di internet. Terutama informasi kesehatan untuk ibu hamil. Paling tidak, bisa mengurangi rasa cemas dan panik sebelum bertemu dokter karena sudah tau penanganan awal yang bisa dilakukan sendiri di rumah ketika aku mengalami kondisi serius. Selain itu, aku juga sering belanja barang-barang kebutuhan ibu hamil dan bayi di situs belanja online. Lebih nyaman dan gak perlu capek keluar rumah. Oya, Moms, aku punya rekomendasi baju hamil yang nyaman dan modis nih, bisa dibaca di artikel ini, Baju Hamil yang Nyaman dan Modis Rekomendasi Lifestyle Blogger Sary.

Selain makin mudah mencari informasi di internet, buku-buku tentang kehamilan pun makin banyak. Tinggal pilih saja buku mana yang mau dijadikan acuan. Kalau aku, biasanya memilih buku yang berisi panduan lumayan lengkap. Nah, untuk bu ibu yang sekarang sedang hamil atau merencanakan kehamilan, aku punya rekomendasi buku panduan seputar kehamilan nih.


9 Bulan 10 Hari Menanti Buah Hati, Buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil



Buku 9 Bulan 10 Hari Menanti Buah Hati adalah buku panduan menjalani kehamilan mulai dari trisemester pertama hingga pasca melahirkan. Di dalamnya berisi penjelasan tentang tahap perkembangan janin dan pengaruhnya terhadap ibu.

Buku ini ditulis oleh Indah Julianti Sibarani, ibu 3 anak, penulis buku anak dan blogger. Kiprah menulisnya sudah dimulai sejak sekolah dasar. Buku 9 Bulan 10 Hari Menanti Buah Hati ini merupakan karya solo non fiksi pertamanya yang terbit di tahun 2018.

Isi buku dibagi menjadi 4 bagian, yaitu trisemester pertama, trisemester kedua, trisemester ketiga dan bagian terakhir mengulas tentang pasca kelahiran bayi. Masing-masing bagian tadi dibagi lagi menjadi sub bab-sub bab yang cukup detail membahas tentang perkembangan janin dan pengaruhnya terhadap ibu. Mitos dan fakta seputar kehamilan di tiap trisemester, tips menikmati kehamilan berikut perubahannya di tiap trisemester sampai resep makanan dan minuman untuk ibu hamil di tiap trisemester.

Yang menarik, di tiap trisemester, terselip juga cerita dari beberapa ibu hamil seputar pengalaman hamilnya. Di bagian 3, sub bab cerita ibu hamil di trisemester tiga, ada cerita dari Sandra Nova, yang memiliki pengalaman hamil dan melahirkan dengan resiko tinggi. Saat hamil anak kedua, Sandra adalah ibu bekerja dan anak pertamanya pada saat itu masih berusia 1 tahun. Sandra mengalami masalah dengan air ketuban yang merembes di trisemester ketiga. Meskipun setiap diperiksa air ketuban selalu bagus, ternyata saat melahirkan baru ketahuan kalau air ketubannya tinggal sedikit.

Buku 9 Bulan 10 Hari Menanti Buah Hati ini menurutku adalah internet dalam bentuk buku. Kalau biasanya untuk mencari beragam informasi seputar kehamilan dan pasca melahirkan kita harus browsing berkali-kali untuk mencari informasi yang berbeda, di buku ini hampir semuanya ada.

Di bagian 4 tentang pasca kelahiran bayi, materi masing-masing sub babnya tidak kalah menarik. Mulai dari hal-hal yang harus diketahui pasca kelahiran bayi, mitos dan fakta, tips cantik setelah melahirkan, nifas, kontrasepsi, bahkan tradisi unik melahirkan di berbagai negara. Dan yang tidak kalah penting adalah informasi tentang ASI eksklusif dan mitos dan fakta ASI. Calon orangtua yang sedang sedang mencari nama untuk bayi pun bisa mendapatkan rekomendasi nama dan tips memilih nama untuk anaknya.

Lengkap sekali bukan? Bahasa tulisan yang digunakan pun mudah dimengerti oleh orang awam. Kekurangan dari buku ini hanya satu kalau menurut aku, kenapa baru terbit sekarang, bukan dari dulu sejak aku pertama kali hamil 😤

So, buibu yang sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan, buku 9 Bulan 10 Hari Menanti Buah Hati ini adalah buku panduan kehamilan dan pasca melahirkan yang wajib kalian punya, Moms. Tinggal beli online atau pas jalan-jalan, mampir ke Gramedia, Gunung Agung dan Toga Mas.


21 comments

  1. Lengkap banget isi bukunya ya mbak cocok untuk para ibu yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan. Eh tapi suami juga wajib baca supaya tidsk kemakan hoax ketika istrinya hamil sih ya. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, suami2 calon bapak juga wajub baca buku2 istrinya, supaya bisa jadi support system yang bisa diandalkan.

      Delete
  2. Namanya udah dipersiapkan 3 tahun sebelum kehamilan, udah jatuh cinta banget sama nama Regia ya mak. Enak ya ada buku panduan kehamilan seperti ini, kalau aku beli pastinya bukan buat aku lah ya sama udah tutup juga pabriknya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa dari sejak hamil Maira. Udah niat kalau anaknya laki2 atau adiknya Maira laki2, namanya ya itu :)

      Delete
  3. internet memang membantu banget ya untuk calon ibu masa kini. nggak kebayang ya ibu-ibu jaman dulu piye kalau misalnya meraskan sesuatu dan pengen tahu itu kenapa.
    aku juga dulu waktu hamil si boy, kalau ada apa-apa pasti deh browsing.
    setuju, mba...harusnya buku ini terbit pas kita hamil dulu ya...jadi kan lebih praktis kalau udah ada di satu buku, ga perlu browsing di internet :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu waktu blm ada onternet, aku beli buku banyak banget. Malah jadi bingung, karena kebanyakan informasi. Coba kalau udah ada buku panduan lengkap kayak gini, gak usah banyak2 beli bukunya :D

      Delete
  4. Wah mbak Indah menerbitkan buku ya tahun kemarin. Jadi penasaran nih sama isinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget utk ibu hamil atau sedang merencanakan kehamilan.

      Delete
  5. Senangnya ya Mba sekarang makin banyak informasi seputar kehamilan. Walaupun aku belum merasakan hamil, sepertinya aku wajib punya buku Mba Indah ini buat pegangan dari sekarang. Gpp kali ya hihi..

    ReplyDelete
  6. kerennn bukunya.. Mengingat masa kehamilan anak2 yang sekarang udah besar sehat dan aktif. emang bikin semriwing ya. Amazing gitu...

    ReplyDelete
  7. Wah ada cerita dari teman2 blogger juga. Bagi yg kenal, bakal makin merekomendasikan nih. :) senang sekali ada yg mau bikin buku tentang kehamilan. Apalagi yg bisa dinikmati kaum awam. Keren banget yaa Mak InJul :)

    ReplyDelete
  8. Wah seperti nya menarik nih buat dibaca apalagi ada cerita pengalaman ibu hamil Juga. Kepengen punya anak satu lagi tapi masih agak khawatir, dua kali lahiran rada sulit dan traumatik wkwkw..

    ReplyDelete
  9. Wah buku panduan kehamilan, udah lupa saya 10 tahun lalu hamilnya hehehee, keren nih makpuh

    ReplyDelete
  10. Memang ibu hamil perlu banget baca buku panduan seperti ini supaya persiapannya menyambuat buah hati jadi lebih mantap ya.

    ReplyDelete
  11. Aku sekarang pake IUD mak Sary, kemarin pas lahiran Miqdad itu pelengketan di mana2. Suamiku sama trauma liat aku pendarahan. Hiks.
    Buku bagus ini untuk panduan ibu hamil apalagi yg baru pada hamil anak pertama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sehat dan lancar ya Mak. Aku gak berani pakai IUD, makanya mutusin steril aja karena gak mungkin hamil lagi juga krn faktor kesehatan.

      Delete
  12. Bukuuu...
    Aku dulu pas hamil gak baca buku mengenai kehamilan dan sebangsanya sama sekali.
    Malah baca buku-buku agama.

    Sekarang,
    Aga menyesal...karena pasti berbeda cara berpikir orang yang berilmu dan yang tidak.

    Hiiks~
    Mau...baca buku makpuuh...

    ReplyDelete
  13. Pada kalimat ini: Waktu melahirkan Reiga, aku sekaligus menjalani prosedur tubektomi. Aku dan suami sudah sepakat Reiga adalah yang terakhir. Apalagi kondisi kesehatanku di 3 kehamilan anak terakhir cukup memprihatinkan. Bolak-balik sakit, kelelahan, kontraksi dini dan lain sebagainya. Jadi, gak perlu lagi bertanya "Mau tambah anak lagi gak?" Selain gak sopan *menurutku*, ya udah tutup pabrik juga ...AKU SEPAKAT BANGET.

    Jadi next aku pun harus hati-hati ya tanya orang yang anaknya sudah banyak kayak aku, mak. Takut malah aku godain eh kualat hamil lagi hahaha. Duh, Insaallah jangan sampai. Tapi karena aku lahiran normal jadi mau proses steril tuh belum berani. Minta pencerahan dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyakin diskusi sama suami, Mami. Aku juga sempat maju mundur cantik mau steril. Ada khawatir juga. Dkkter kandunganku waktu itu malah menyarankan IUD aja, tapi aku terlalu takut 😅 Kalau lahiran normal trus steril aku gak tau ya proses ya gimana. Coba browsing, siapa tau nemu pengalaman ibu2 yg steril setelah lahiran normal. Sehat selalu yaa mamii mwaah 😘

      Delete
  14. Jos gandos mba, ini rekomendasi yang cocok bagi para Ibu yang akan/sedang hamil. He he he, jadi kepikiran, kedua anakku sudah pengin punya adik, tetapi istriku belum siap untuk hamil lagi. hiks,,,jadi curhat

    ReplyDelete
  15. Aku juga punya niih bukunya. Komolit panduan buat ibu hamil yaa terutama bagi ibu baru. Jaman aku lahiran anak pertama banyak kesalahan2 yg kulakukan, dan berandai2 kalo buku ini udah terbit dr dulu ngga ribet cari2 info yg berkaitan dgn kehamilan dan kelahiran.

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)

Recommended Post