Waspada Anemia Defisiensi Besi Pada Bayi Usia 6 Bulan Ke Atas



Aku sama sekali tidak menyangka waktu Reiga usia 9 bulan, sakit, dan ternyata menurut dokter mengalami anemia defesiensi besi (ADB). Awalnya Reiga muntah-muntah terus sampai akhirnya harus dirawat di rumah sakit. Hasil cek darah, HB-nya ternyata rendah, hanya 8. Pantas saja bibir dan kulitnya pucat. Padahal sebelumnya, Reiga sama sekali tidak pernah sakit. 

Setelah ketahuan kalau Reiga mengalami ADB, aku, suami dan dokternya bekerjasama memperbaiki pola dan menu makan Reiga. Selama 6 bulan, Reiga rutin kontrol ke dokter untuk cek darah tiap dua minggu sekali. Coba bayangkan, bagaimana perasaanku setiap 14 hari aku harus melihat bayiku disuntik diambil darahnya. Alhamdulillah, setelah 6 bulan, HB Reiga stabil dan tumbuh kembangnya pun tidak ada masalah. 




Tapi peer kami ternyata belum selesai. Setelah ADB yang dialami Reiga berhasil diatasi, seperti yang pernah aku tulis di blog ini, dokter mendeteksi ada kelainan pada jantungnya. Setelah diperiksa dokter spesialis jantung anak, ternyata benar, Reiga memiliki penyakit jantung bawaan. Yang artinya masalah pada jantungnya sudah ada sejak dia dalam kandungan. Berita baiknya, penyakit jantung bawaan yang dialami Reiga sangat mungkin membaik seiring bertambah usianya. Selama tumbuh kembangnya tidak terganggu, kami tidak perlu terlalu khawatir. Yang penting, kami harus ekstra care dengan pola dan menu makan Reiga. Dan salah satu pesan dokter jantungnya adalah, jangan sampai Reiga mengalami anemia lagi. 

Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang disebabkan kurangnya zat besi untuk sintesis hemoglobin. Kondisi ini sering dialami bayi usia 6 bulan ke atas karena pada masa itu ASI saja sudah tidak mencukupi untuk asupan nutrisinya. ASI hanya mensuplai zat besi sekitar 0.2 mg, sedangkan kebutuhan harian zat besi untuk bayi usia 6 bulan ke atas sekitar 11 mg/hari. Itu artinya sisanya harus didapatkan dari MPASI. 

Masalahnya, tidak semua bayi langsung “pintar” makan. Ada banyak bayi yang susah makan di awal perkenalannya dengan MPASI. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, seorang bayi harus mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi, misalnya daging sapi, sebanyak 400 gram setiap hari. Gak mungkin banget kan, bayi dengan lambungnya yang masih kecil makan hampir setengah kilo daging setiap hari? Padahal ya, kebutuhannya memang segitu.


Sumber makanan kaya zat besi (Sumber foto: babydestination.com)

Seperti Reiga, misalnya. Waktu Reiga mengalami ADB, dokter mewajibkan Reiga makan ikan setiap hari sebagai lauk utamanya. Setiap hari, aku harus mencari ide mengolah ikan supaya Reiga tidak bosan. Aku masih ingat betul pesan dokternya Reiga waktu itu. Dokter bilang, biarkan Reiga makan kapan pun dia mau makan. Tidak perlu berpatokan pada jam makan pagi, siang dan malam. Yang penting, setiap hari makan ikan diselingi makanan bergizi lainnya terutama yang kaya zat besi.

Sejak anak pertama, aku selalu menyediakan MPASI homemade yang aku masak sendiri. Aku memang ingin membiasakan anak-anak makan makanan rumah sejak kecil. Selain itu, tentu saja lebih sehat dan terjamin karena aku sendiri yang menyiapkan bahan-bahan dan memasaknya. 

Selain MPASI homemade, aku juga selalu menyediakan CERELAC sebagai MPASI tambahan. Bahkan bisa dibilang, hampir 18 tahun ini selalu ada stok CERELAC di rumah. Sepertinya aku pernah cerita di blog ini deh tentang anak-anakku yang sangat suka CERELAC, tapi aku lupa postingan yang mana. Apalagi kalau ada yang sakit dan susah makan, CERELAC selalu jadi pilihan untuk jadi makanan tambahan. Nah, waktu Reiga sakit, aku sempat menanyakan juga ke dokter, apakah Reiga masih boleh makan MPASI tambahan seperti CERELAC. Ternyata boleh banget. 

Kenapa CERELAC?




Kalau menurut anak-anak, CERELAC ini rasanya enak banget. Seperti yang aku tulis di atas tadi, semua anakku suka banget CERELAC. Dan favorit mereka tuh semuanya sama, CERELAC Bananalicious dan CERELAC Apel, Jeruk & Pisang.

Sebagai MPASI tambahan, menurutku CERELAC ini paket komplit. Selain rasanya enak dan pasti disukai anak-anak, CERELAC juga sudah memiliki standar yang berkualitas. Menurut artikel yang aku baca, bubur bayi komersial dibuat berdasarkan ketentuan khusus yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan dunia (WHO). Ketentuan ini meliputi standar keamanan, higienitas dan kandungan nutrisinya. MPASI komersial dibuat dengan steril, dan memiliki kandungan makro dan mikronutrien yang sesuai kebutuhan nutrisi bayi (sumber: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi).

Makanan bayi yang berkualitas artinya kita tahu dari mana bahan bakunya berasal, kualitas dan hiegenitasnya terjaga dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Makanya dibanding membeli bubur bayi sehat dengan label organik/non MSG/homemade yang banyak dijual di pinggir jalan, aku lebih memilih CERELAC sebagai MPASI tambahan untuk anakku. Apalagi CERELAC juga sudah terjamin halal, terdaftar di BPOM dan Dinkes. 




CERELAC dibuat dengan bahan pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian si kecil 

  • CERELAC dengan bahan baku terpilih, ditanam di ladang yang jauh dari polusi, benih pilihan dengan asal-usul yang dapat ditelusuri. Petani dan peternak diedukasi sehingga dapat menjaga kualitas bahan baku 
  • Nutrisi, dengan fortifikasi vitamin, mineral, makro dan mikronutrien, zat besi dan berbagai pilihan rasa dan tekstur sesuai tahapan usia, CERELAC bantu penuhi kebutuhan gizi harian si kecil. 
  • CERELAC berkualitas diproduksi melalui pengujian dan standar yang ketat sehingga dipastikan aman untuk si kecil. 

Untuk bayi yang mengalami anemia defisiensi besi, CERELAC adalah pilihan yang tepat karena dilengkapi dengan Iron+ yang dapat memenuhi 65% kebutuhan zat besi harian si Kecil per sajinya. Dilengkapi juga dengan zink, vitamin A dan vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. 

Anemia defisiensi besi pada bayi dan anak-anak harus segera diatasi karena akan menghambat perkembangan tubuh dan otaknya. Anak akan mudah terserang penyakit karena penurunan daya tahan tubuh. Akibatnya, anak akan menghadapi kesulitan belajar dan masalah perilaku di kemudian hari. 

Terus berikan ASI dan MPASI rumahan dan kombinasi dengan CERELAC untuk memastikan kebutuhan nutrisi hariannya, khususnya zat besi, terpenuhi dengan optimal.





Nah, waktu dulu Reiga treatment ADB, aku mengatur pola makannya seperti ini: 
  • Bangun tidur: ASI 
  • ½ jam setelah bangun tidur: CERELAC 
  • Sarapan: MPASI rumahan 
  • Selingan pagi: Buah/biskuit 
  • Makan siang: MPASI rumahan 
  • Selingan siang: Buah/biskuit 
  • Sore: CERELAC 
  • Makan malam: MPASI rumahan 

Memang tidak selalu berjalan seperti itu, apalagi dokter juga berpesan supaya membebaskan waktu makan Reiga, tapi aku usahakan Reiga tetap makan MPASI rumahan 3x sehari, CERELAC 2x sehari, dengan selingan buah, biskuit atau kue-kue kesukaannya. 

Sekarang usia Reiga 2 tahun. Alhamdulillah sehat, aktif dan pintar. Kondisi jantungnya berdasarkan pemeriksaan terakhir, juga menunjukkan progres yang positif. Kalau tadinya tiap 2 bulan sekali harus echocardiography (USG jantung), sekarang diperpanjang jadi 6-8 bulan lagi baru echo lagi. Doakan, ya, semoga di pemeriksaan selanjutnya hasilnya semakin baik.




#Tenangajabunda 
#CERELACmamamyuk 
#mpasi 
#mpasi6bulan 

Info lebih lanjut bisa visit: www.mamamyuk.co.id


21 comments

  1. reigaa sehat sehat terus ya nak :*
    aku jg dulu pake cerelac, mak. nutrisinya lengkap dan rasanya juga enak. anaknya aja doyan, apalagi emaknya hihihi

    ReplyDelete
  2. MPASI andalan nih cerelac...kualitasnya udah terjamin dan jarang yang alergi dengan produk ini...Aku pake cerelac untuk anak-anak kalo pas bepergian..praktis hehe

    ReplyDelete
  3. Reiga ganteeengg, sehat sehat teruusss ya Naaakk
    Ngga nyangka ya Mak, ternyata ADB bisa nyerang siapa aja
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Hai Reiga, "pinang belah dua dengan maira", semoga terus membaik, makin pintar dan aktif. .Jgn lupa selalu penuhi nutrinya ya sayang... Salam buat kakak Maira ya...

    ReplyDelete
  5. Sehat selalu ya, Reiga. Mamanya juga terus dikasih semangat untuk kasih makanan bergizi buat Reyga :)

    ReplyDelete
  6. Cerelac itu penyelamat banget kalo pas traveling tapi anak masih MPASI, rasanya enak dan gizinya lengkap...

    ReplyDelete
  7. Pernah dengar soal ADB ini hanya nggak sedetail ini, ternyata penting banget ya mak kita tau gizi anak saat mulai MPASI. Ini pe-er banget bagi orang tau, tapi senangnya bisa terbantu banget dengan CERELAC gini. ^^

    ReplyDelete
  8. Putriku satu-satunya, Yasmin sudah berusia 18 tahun, jadi sudah lama banget tidak belanja MPASI lagi.

    Yang aku ingat aku dulu juga kasih MPASI buat Yasmin untuk mendukung tumbuh kembangnya.

    ... dan biasanya variannya aku gonta-ganti biar Yasmin tidak bosan

    ReplyDelete
  9. Semoga reiga sehat selalu ya mbak. Cerelac nih rasanya enak dan gak eneg. Jadi anak²ku yg udah sekolah juga sering beli buat cemilan. Haha... Bubur loh buat cemilan.

    ReplyDelete
  10. Duh sedih ya pasti mendengar Reiga jantung bawaan. Tapi dengan pola makan yang baik dan kondisi lingkungan rumah kan sehat banget tuh... Pasti Reiga tumbuh kembang nya terjamin


    Semangat yaaa Reiga, mamam cerelac udah paling oke

    ReplyDelete
  11. Salut deh sama Cerelac bahkan sejak mulai menanam bahan bakunya saja sudah diperhatikan dengan jauh dari polusi.

    ReplyDelete
  12. Sehat-sehat terus ya, dek Reiga..
    Amin...semoga di echo selanjutnya semuanya semakin baik dan sehat :)

    ReplyDelete
  13. Anak-anak saya sekarang sudah besar tapi masih saja suka dengan bubur susu cerelac. Mereka suka dengan rasanya. Jadi meski sudah ABG, mereka tetap suka dengan makanan masa kecilnya, hihihi

    ReplyDelete
  14. Hai hai adek Reigaaa. Bener banget mak. Temanku yg DSA juga pernah bilang sebenarnya ga ada salah dengan makanan bayi dalam kemasan, malah kandungan nutrisinya lebih jelas berapa kalorinya dan kandungan nutrisinya. Sehat2 terus ya dek reiga

    ReplyDelete
  15. Sama mba kupun pas waktu mpasi Pertama ku kasih cerelac lbih praktis dn kbetuln jugs cocok ternyata anak2

    ReplyDelete
  16. Sampai sekarang aja anakku masih suka makan cerelac 🤭 enak katanya

    ReplyDelete
  17. Reiga semoga kamu selalu diberikan kesehatan ya nak. Btw ini Cerelac tuh semacam favorit anak-anak dan para ibu ya mbak, soalnya teman-teman juga kasih Cerelac ke anaknya

    ReplyDelete
  18. Senangnya anak kalau sudah bisa MPASI.
    Jadi banyak rasa dan variasi menu yang bisa di ekplorasi Bunda.
    Anakku juga dulu MPASI Cerelac. Alhamdulillah~

    ReplyDelete
  19. Celelac salah satu pendamping MPASI anakku dulu.. ternyata gizinya memang mencukupi untuk anak yaa..

    ReplyDelete
  20. Toss, Mbak
    Saya juga pakai Cerelac waktu Salfa usia MPASI
    Sekarang senang karena tidak ada masalah selain picky eater

    ReplyDelete
  21. Sehat selalu Reigaaa.. ternyata malah MPASI Cerelac lebih terjamin gizinya. Dulu aku kurang edukasi berarti, malah anti sm yang praktis gini, ihiks.

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)

Recommended Post